• Rabu, 7 Desember 2022

Penelitian: Efek Vape Mungkin Lebih Buruk daripada Rokok

- Kamis, 3 Maret 2022 | 10:46 WIB
Hasil penelitian menyebutkan rokok vape dan hokah mungkin lebih berbahaya untuk kesehatan dibanding tembakau. (Rosi Maria)
Hasil penelitian menyebutkan rokok vape dan hokah mungkin lebih berbahaya untuk kesehatan dibanding tembakau. (Rosi Maria)

SINAR HARAPAN - STUDI yang diterbitkan pada Selasa (1/3/2002) di Jurnal Tobacco Use Insights menyebutkan bahwa pengguna rokok elektrik dan pipa hokah kemungkinan lebih berisiko pada penyakit kanker hidung, sinus, dan tenggorokan, daripada perokok tembakau.

Hal ini terjadi karena pengguna vape dari dua kali lebih mungkin untuk menghembuskan asap melalui hidung mereka sebagai perokok, yang biasanya menghembuskan asap melalui mulut, jelas para peneliti.

"Temuan kami menunjukkan bahwa cara unik vapers dan perokok hokah menggunakan perangkat mereka dapat membuat hidung dan sinus lebih banyak mengeluarkan emisi daripada rokok," kata penulis utama studi tersebut Emma Karey yang merupakan peneliti postdoctoral di NYU Langone Health di New York City.

Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan bagian atas, jelas Karey dalam rilis berita pusat medis. Para peneliti mengamati 123 vapers dan 122 perokok di jalanan kota New York. Mereka juga memantau 96 orang yang merokok menggunakan dua pipa hokah.

Mereka menemukan bahwa 63% vapers dan 50% perokok hokah menghembuskan napas melalui hidung, dibandingkan dengan 22% perokok. Lebih dari 1 dari 20 orang dewasa Amerika adalah pengguna rokok vape.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa baik vape dan hokah mengekspos sistem pernapasan pengguna ke tingkat nikotin, karbon monoksida, dan bahan kimia beracun lainnya yang lebih tinggi daripada rokok dan cerutu tradisional. Namun, efek kesehatan jangka panjang dari rokok elektrik dan hokah masih kurang dipahami.

"Karena alat vaping dan hokah digunakan secara berbeda dari rokok tradisional, kita perlu mempertimbangkan penyakit pada hidung dan paru-paru untuk mengevaluasi keamanannya sebelum menilai apakah yang satu lebih berisiko daripada yang lain," kata rekan penulis studi Terry Gordon, seorang profesor kedokteran lingkungan di NYU Langone.

Dalam studi terkait, tim peneliti yang sama menemukan peningkatan kerusakan pada saluran hidung pengguna vape dan hokah. Tingkat senyawa inflamasi yang dilepaskan oleh sel pertahanan di hidung hingga 10 kali lebih tinggi untuk pengguna vape dan hokah dibandingkan dengan perokok tembakau.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah kerusakan hidung pada pengguna vape dan hokah ini sebenarnya karena cara mereka mengeluarkan asap dan bukan karena masalah yang tidak terkait, ungkap Gordon.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: webmd.com

Tags

Terkini

X