• Minggu, 25 September 2022

Aduh, Ini Alasannya Detoksifikasi dengan Jus Ternyata Kurang Efektif

- Jumat, 4 Maret 2022 | 12:57 WIB
Detoksifikasi dengan jus sempat populer beberapa saat lalu karena dianggap efektif menurunkan berat badan.
Detoksifikasi dengan jus sempat populer beberapa saat lalu karena dianggap efektif menurunkan berat badan.

SINAR HARAPAN - ANDA tentu pernah mendengar mitos detoksifikasi tubuh menggunakan jus dari buah-buahan dan sayuran selama periode yang ditentukan. Kabarnya, ini akan membantu menurunkan berat badan dan membersihkan tubuh.

Pembersihan jus sangat populer karena diklaim memberikan cara cepat untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Plus, didukung pemasaran kuat, selebriti, dan testimonial orang-orang yang telah mencobanya berkontribusi pada popularitas jus sebagai metode penurunan berat badan.

Durasi pembersihan jus biasanya dapat bervariasi tergantung pada jenis yang Anda pilih. Umumnya berlangsung dari tiga hari sampai tiga minggu. Prosesnya melibatkan memberi makan buah dan sayuran ke dalam juicer untuk memisahkan jus dari ampasnya.

Baca Juga: Berikut 10 Manfaat Konsumsi Jus Tomat Rutin Tiap Hari

Seperti yang dikutip dari Healthline, nutrisi, vitamin, dan fitonutrien (senyawa dengan potensi antioksidan) semuanya ada dalam jus, sehingga mudah untuk mendapatkan banyak nutrisi dengan cepat. Namun, jus memiliki serat makanan yang jauh lebih sedikit daripada buah dan sayuran utuh.

Ini bisa menjadi keuntungan atau kerugian, tergantung pada kebutuhan Anda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa membatasi serat makanan memudahkan tubuh Anda untuk memproses dan menyerap nutrisi jus, sementara peneliti lain berpendapat bahwa serat makanan itu penting, karena memiliki manfaat kesehatan tersendiri.

Di sisi lain, makan serat dalam jumlah terbatas memang tidak akan membahayakan diet kebanyakan orang asal dilakukan dalam beberapa hari. Namun ini akan membuat Anda merasa lapar. 

Baca Juga: Waktu Terbaik Minum Jus Sayuran dalam Sehari

Tubuh Anda juga bisa masuk dalam starvation mode sebagai bentuk perlindungan tubuh manusia yang aktif jika Anda mengurangi asupan kalori secara signifikan. Jika Anda tidak mengonsumsi kalori dalam jumlah yang cukup, tubuh Anda secara alami akan memperlambat metabolisme untuk menghemat energi guna melindungi Anda dari kelaparan.

Ini berarti tubuh benar-benar akan berhenti membakar kalori, dan pada akhirnya menghambat upaya Anda untuk menurunkan berat badan. Ini adalah respons fisiologis alami terhadap pembatasan kalori jangka panjang yang memang tidak langsung terjadi jika Anda hanya melewatkan beberapa kali makan dan tidak mengonsumsi cukup kalori selama beberapa hari.

Halaman:

Editor: Rosi Maria

Sumber: Healthline.com, Leofitlabs.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Cara Keren Memakai Hijab Scarf untuk OOTD Anda

Sabtu, 24 September 2022 | 09:54 WIB
X